langgam kinasih mochammad


sugeng rawuh

‘sugeng rawuh’ atau ‘selamat datang’, adalah kata-kata yang sering kita ucapkan kepada orang yang datang bertandang. apakah ‘orang’ di dalam hal ini adalah berarti ‘semua’ orang? tentu tidak. ucapan itu hanya diberikan kepada orang-orang yang memang kita harapkan kedatangannya, yang pada banyak kesempatan mungkin kita memang sengaja mengundangnya. sebagian dari mereka punya tempat khusus di hati kita. makanya, kita bahkan melakukan banyak persiapan sebelum mereka datang, kata-kata itu pun seringkali diucapkan dengan mengembangnya senyum terindah di wajah. senyum itu terus mengembang, terjaga sampai mereka pamit pulang. kadang sambil kita iringi dengan ucapan ‘sugeng tindak’ atau ‘selamat jalan’, masih tetap dengan senyum. capek? tidak. karena kita melakukannya dengan senang.  Continue reading this entry »


peduli, itu alasannya

kemarin, ketika sedang makan siang di sebuah rumah makan padang, aku bertemu seorang kenalan. setelah ber-hai-hai dan saling tanya kabar karena memang sudah lumayan lama tidak ketemu, tiba-tiba dia bertanya: ‘kenapa kau tiba-tiba nulis tentang selaput dara?’ aku tertegun… sejenak aku merasa tidak ‘ngeh’ tentang apa yang diucapkan kenalanku itu. dan sempat kulihat beberapa langganan di rumah makan padang itu menoleh ke arahku. hahh tanpa terasa wajahku pun menghangat. malu.

Continue reading this entry »


(mungkin) hikmah tentang selaput dara

ketika Tuhan memberi selaput dara kepada kaum hawa, tentu ada hikmah di balik itu. apakah bukan karena Tuhan pilih kasih? karena ketika yang hawa harus menjaga sesuatu untuk membuktikan kesuciannya, yang adam ternyata tak dibebani sesuatu yang setara? Continue reading this entry »


Halal atau Haram kah?

Akhir-akhir ini berita terhangat seputar halal-haram adalah mengenai golput dan rokok. Ada perlakuan berbeda dari MUI dalam penetapan halal-haram kedua hal tersebut. Terhadap golput, MUI dapat secara cepat dan bulat menetapkan bahwa golput itu haram. Sementara terhadap rokok, MUI masih tarik-ulur, masih ragu-ragu dan masih takut-takut atau bahkan kebingungan mengambil keputusan sebelum akhirnya memutuskan bahwa rokok itu hukumnya dilarang, antara makruh dan haram. Kelihatan gak tegas kan?  Kenapa gak bilang makruh saja atau haram saja. Kenapa? Kalau kataku sih… itu karena MUI bukan Tuhan.  Continue reading this entry »


Memperbarui Niat

Tanpa terasa, hampir sebulan halaman ini lengang. Ternyata mencoba istiqomah bukanlah gampang. Banyaknya persoalan hidup yang silih berganti datang menjadi pembenaran bagi suatu kemalasan. Halaman ini, yang awalnya diniatkan untuk membantu mengurai kusutnya beban hidup, malah bertransformasi menjadi salah satu beban hidup itu sendiri. Padahal setelah kucoba melihat kembali ke kedalaman diri, waktuku terlebih habis untuk mengasihani diri sendiri. Karena ternyata apa yang kualami selama ini tidak ada yang benar-benar bisa dianggap persoalan atau beban hidup. Mungkin karena Allah begitu sayang kepadaku sehingga aku terbuai untuk bermanja-manja dan melupakan daya hidup yang telah diamanatkan-Nya.

Aku harus melakukan yang terbaik.


Selamat Tahun Baru 1430 H

Selalu ada waktu untuk menoleh ke belakang
Melihat kembali segala yang telah berlalu
yang perlahan tapi pasti
akan mengabur menghilang dari ingatan
Ada berapa banyak kesempatan yang tersiakan?
Berapa yang tergenggam dan lalu menjadi kencana?
Ada berapa banyak titik nila
menetes di lembar putih kehidupan?
Cukup rayakah butir-butir embun kesucian
yang lalu tercurah untuk membasuhnya? Continue reading this entry »


Revolusi – WS Rendra

Kayaknya iklan layanan masyarakat (yang pernah di tayangkan di televisi, dulu) yang mengajak untuk melakukan revolusi kebangsaan ini, masih relevan untuk keadaan Indonesia sekarang. Revolusi? Apalagi yang perlu di-revolusi? Pemerintahan ini tidak gagal. Konon sih, pemerintah telah berhasil mengurangi jumlah orang miskin (iya, karena orang miskinnya banyak yang mati gak bisa makan, kata orang yang sirik). Pemberantasan korupsi sudah tidak pandang bulu lagi (iya lho.. besan presiden aja ditangkap. kasihan itu si besan sekarang jadi komoditi kampanye). Lalu pertahanan dan keamanan juga meningkat (indikatornya apa sih?). Mungkin semua itu benar, tapi menurut aku, kita tetep harus berusaha dan terus berusaha berubah menuju ke yang lebih baik. Alon-alon asal kelakon. Tapi bagi sebagian orang, perubahan yang cuma sedikit demi sedikit membuat gregetan, mereka gak sabar, mereka butuh sebuah REVOLUSI. Continue reading this entry »


Jangan tidur di antara waktu ashar dan maghrib

Hari Minggu. Sudah sejak pagi langit mendung melulu. Aku yang sedang jalan-jalan di Gasibu, menyempatkan istirahat di sekitaran Gedung Sate. Suasana sekitar yang sudah sangat ramai, dikagetkan oleh suasana heboh yang dibuat oleh puluhan angkot yang bergerak serentak sambil membunyikan klakson sekerasnya, menembus lautan manusia yang sedang asyik berbelanja. Tujuannya jelas. Ke area depan gedung gubernuran Jawa Barat. Ada apa ini… Ada apa itu… Orang-orang seolah berebutan untuk mengucapkan kata-kata itu. Maklum sedang kaget dan pingin tahu secara bersamaan. Aku yang biasanya cuek teuteup cuek, biar dikatakan konsisten. Tapi dengan kehebohan yang semakin menggila, tak urung aku pun sedikit memanjangkan leher agar tak ketinggalan momen ini. Tiba-tiba terdengar ledakan. Keras sekali. Orang-orang yang tadinya berdiri jinjit, serentak merebahkan badannya. Tiaraaap… Teriak mereka. Aku yang duduk teuteup duduk. Namanya juga konsisten. Sekarang pandanganku jadi tak terhalang karena orang-orang yang tadi berdiri di depanku sudah ikut tiarap semua. Lalu kulihat api, awalnya kecil lalu membara… menjilat pintu gerbang gedung sate. Asap hitam membumbung tinggi. Aku sempat tergoda untuk ikut tiarap saja. Kekonsistenan yang begitu kubanggakan di ambang kegoyahan.  Continue reading this entry »


Kapan kita dikatakan mem-’bajak’?

Dulu aku pernah ditunjuk sebagai ketua pelaksana kegiatan KKL di kampus tempatku berkerja. Tugasnya adalah mencari perusahaan yang akan dikunjungi, membuat jadwal perjalanan, mengumpulkan iuran dari mahasiswa plus mengurus penururan uang bantuan dari universitas, mempersiapkan akomodasi (bus, hotel, konsumsi) dan setelah itu  memeriksa dan menilai laporan. Semua itu harus aku lakukan sendirian. Bener, sendirian. Awalnya aku menolak dengan alasan sedang mempersiapkan studi lanjut, tapi ditolak. Ya sudah dijalani saja. Lalu… di tengah-tengah mempersiapkan itu semua, usus buntuku pecah. Konon sudah sampai keluar nanahnya. Aku pun terpaksa ngamar di rumah sakit sekitar 10-an hari.  Continue reading this entry »


Mengakrabi Kematian

Aku pernah mendengar, membaca dan mencoba memikirkan kata-kata ini, ‘orang dikatakan pemberani bukan karena jika ia berani mati tapi jika ia berani hidup’. Sampai pusing aku memikirkan apa hikmah yang dapat kuambil dari kata-kata itu. Selalu ada banyak sisi ketika kita mencoba mengurai permasalahan. Ketika dihadapkan pada konteks ‘peperangan’ misalnya, kata-kata di atas bisa dianggap salah. Gak pas. Karena dalam medan perang sikap ‘berani mati’ justru yang diagul-agulkan untuk bisa memenangi perang. Coba bayangkan jika tentara-tentara kita ketika menghadapi serangan musuh semua pada ‘takut mati’ atau cuma ‘berani hidup’ thok. Tapi dari sudut pandang kekinian, dimana krisis datang silih berganti, dimana untuk hidup dan menghidupi semakin sulit dilakukan, kata-kata di atas dapat menjadi ujaran yang bernas untuk memompa semangat juang kita dalam mempertahankan kehidupan. Sikap ‘berani hidup’ akan mendorong kita untuk mencari cara bagaimana menghadapi krisis sementara sikap ‘berani mati’ hanya akan menjadikan kita apatis, pesimis dan akhirnya menyerah. Itulah yang mungkin menyebabkan ada orang yang lalu bunuh diri.  Continue reading this entry »


mereka menghina nabi (lagi)

semalam ketika sedang mengembara di jagat maya, secara tidak sengaja di forum kaskus kutemukan sebuah thread tentang pemuatan komik strip yang sangat menghina nabi muhammad. meminjam istilah kaskuser di situ, aku langsung menuju tkp –> kebohongandariislam.wordpress.com, tidak cukup hanya mengelus dada, aku harus mandi untuk mendinginkan api marah yang tiba-tiba muncul. waktu kasus kartun denmark, waktu kasus video fitna, aku tidak sempat merasakan apa-apa. karena saat itu, bahkan sampai sekarang, aku tidak melihatnya sendiri. walau begitu, pun, sempat membuatku berpikir: kurang ajar mereka, apa mau mereka dengan melakukan semua itu? apakah mereka sudah begitu sucinya sehingga lalu berhak menjelek-jelekkan orang lain? sekarang, dengan gamblang aku melihat (komik itu) sendiri bagaimana mereka menghina nabi sekeji-kejinya keji. aku merenung. bagaimana aku harus membelamu ya nabi? Continue reading this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.